See You – Once Again

See You - Once Again

 

See You – Once Again

 

Kim Minseok | Minseok | Xiumin (EXO/EXO-M), Xi Luhan | Luhan (Actor/Soloist)

 

Drabble – 567 Words || Brothership, Crime, Friendship, Hurt || R – M!

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

Tidak ada maksud untuk menjelekan pihak manapun!

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Serapah tak akan pernah mengenyangkanmu! Aku selalu menanamkan ini baik-baik dalam ingatku. Namun percuma saja, karena nyatanya aku masih suka menyerapahinya. Bahkan jika hanya punggung atau belakang kepalanya saja yang nampak.

Aku, Kim Minseok, 26 tahun, hidup seorang diri dalam kesulitan karenanya. Aku sudah tidak ingat kapan terakhir kalinya aku bisa tetap hidup tanpa berpikir bagaimana aku harus bernapas di waktu berikutnya. Ya, setiap detik yang ku lalui sekarang penuh dengan perhitungan. Mungkin jika aku tidak menahan napasku tiga detik saja aku akan langsung mati di detik berikutnya. Menyedihkan memang. Tapi cukup mengasihaniku!

Setiap pagi aku harus mengayuh sepeda cepat-cepat untuk mengantarkan berbotol-botol susu segar ke pintu-pintu rumah yang masih tertutup rapat –atau mungkin memang selalu terututp rapat?- Usai itu aku harus berlari menuju sebuah mini market, dan berjaga hingga petang. Sekembalinya ke rumah, aku langsung mandi, bukan untuk istirahat melainkan untuk pergi lagi. Dan saat malam sudah larut aku baru bisa kembali dari kedai tteokbeoki depan rumah atapku, atau cafe diujung jalan.

Namun itu semua masih belum cukup untuk membuatku dapat bertahan hidup. Disela-sela waktu luangku aku memilih untuk mencari barang-barang terbengkalai yang bisa dijual secara kilo.

Sedangkan disisi lain kota, ia hidup dengan napas teratur yang tenang. Tak perlu menahan napas selama beberapa detik hanya untuk bertahan hidup kedepannya. Tidak memikirkanku apalagi benar-benar menoleh ke arahku. Seolah benar-benar lupa darimana dia berasal.

Dan detik ini aku memutuskan untuk tidak menahan napasku lagi selama tiga detik. Karena aku tahu, cepat atau lambat napasku akan terenggut juga jika aku menghampirinya.

 

*See You – Once Again*

 

Minseok berjalan cepat menghampiri Luhan. Lelaki itu tidak menyadari, dan terus saja berjalan dengan santainya. Kemudian satu lengan Minseok melingkar di lehernya, mencekiknya.

“Seharusnya kau tidak pergi. Kau tahu? Seharusnya kau membiarkanku saja waktu itu. Kau tahu?” Luhan terkesiap mendengar suara itu.

“Min-”

“Tidak perlu repot-repot menyebut namaku dalam kalimat terakhir sebelum kematianmu. Sahabat.” Minseok menggenggam erat-erat belati mengilat ditangannya, terselip nada sinis yang kentara dalam kalimat terakhirnya. Meski ia rasa dirinya sudah yakin, namun tidak hatinya. Buktinya tangannya masih gemetar saat menggenggam erat belati itu.

Luhan tidak berkata-kata. Ia ingin meminta maaf, namun ia tahu Minseok tidak akan memaafkannya begitu saja. Minseok benar. Seharusnya ia tidak pergi waktu laki-laki itu sekarat diatas lantai dingin rumah kumuh mereka. Seharusnya ia membiarkan saja lelaki itu mati, kemudian ia ikut mati bersamanya. Setidaknya Minseok tidak akan membuat dosa sebelum ajalnya nanti.

Luhan menutup mata rapat-rapat, meski takut, ia menghembuskan napas setenang mungkin, menyisakan gumpalan uap tipis di udara dingin pagi itu. “Kau benar. Seharusnya aku membiarkanmu mati.” Kemudian ia menarik satu sudut bibirnya, menampilkan seringai –yang seharusnya menyeramkan- miris.

Minseok menyerapah lagi, kali ini pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia menjadi goyah hanya dengan kalimat itu? Pembohong. Benaknya perih.

“Aku bahagia jika akhirnya harus mati ditanganmu. Dari pada ditangan mereka yang sudah lama kotor. Bisa-bisa lukaku nantinya busuk.” Luhan terkekeh pilu. Air mata mulai menggenangi pelupuknya.

Satu erangan pelan dari mulut Minseok mengalihkan Luhan, susah payah ia memutar tubuhnya yang masih dalam kendali Minseok.

Kata-katanya hanya menggantung diujung lidah, air matanya sudah mewakili kata rupanya. Minseok ambruk, tepat didepan matanya. Dengan senyum miris, dan air mata sunyi. Khas Minseok sekali.

Luhan terduduk, menggenggam tangan sahabatnya erat-erat, membiarkan tangan bersihnya menjadi pelampiasan rasa nyeri.

Kemudian Minseok pergi.

Dan detik berikutnya Luhan ambruk juga. Luka yang sama mengoyak ulu hatinya, menyemburkan darah sebanyak yang ada dalam tubuhnya. Belati Minseok tertancap disana. Namun bukan lelaki itu pelakunya.

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Note’s: Maaf baru bisa update lagi

Dikerjakan ditengah kegilaan magang, dan kemalesan pasca lebaran *apalah*

Sumpah abang Minseok baik ko, dan aku yakin abang Minseok sama abang Luhan masih hubungan baik ko. Ga ada niat untuk memojokkan atau menyakiti pihak manapun. Idenya lagi kurang ajar jahat banget aja, dan entah kenapa dua makhluk ini terlintas untuk dijadikan cast huhuhu *padahal lagi seneng gara” berakhirnya civil war, eh, LuKris vs SM war* << *abaikan ini*

Maaf juga pake poster seadanya. Updatenya ditengah” aktivitas magang ku yang ……….

*bow*

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s