The Soul Taken

The Taken Soul

 

The Soul Taken

 

Cho Jinho | Jinho | Jino (S.M.The Ballad/Pentagon), Ichimoku Ren | Ren (Jigoku Shoujo/Hell Girl)

 

Ficlet – 647 Words || Crossover, Fantasy, Friendship || PG-15 – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

“Kalau mengambil nyawa manusia semudah itu, aku dengan sukarela melakukannya.”

 

 

Disclaimer

Berdasarkan cerita fiksi Jigoku Shoujo karya Miyuki Etoo

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Jinho membalik-balik buku catatan tuanya, sesekali mendesah berat. Beberapa huruf timbul tenggelam diatas kertas-kertas kaku yang sudah berwarna kecoklatan itu.

“Perlu bantuan?” Satu suara mengejutkannya, membuatnya mengusap dada seraya mendelik kesal.

“Kalau bisa, aku akan selalu meminta bantuan padamu Ren.” Lelaki jangkung yang dipanggil Ren itu terkikik.

“Kalau punya pilihan pun aku tidak mau begini.” Kemudian Ren merebahkan tubuhnya disamping Jinho, kedua tangannya disilangkan dibelakang kepala.

Jinho tertawa. “Aneh-aneh saja kau ini. Kan kau sendiri yang memilih menjalin kontrak dengan gadis horor itu.”

“Hei! Jangan menyebutnya begitu. Begitu-begitu juga dia baik.” Ren menyembur Jinho habis-habisan.

“Wow! Tenanglah. Tapi apa iya dia sebaik itu? Dia sama saja dengan tuanku kan?!” Jinho mengangkat tangannya, membuat buku tuanya jatuh kepangkuan.

“Ya, setidaknya ia masih memberi pilihan. Tidak seperti tuanmu, yang main cabut saja.” Ren meleletkan lidahnya. Kemudian ‘berpindah’, menghindari pukulan Jinho.

“Hah! Kalau dipikir-pikir tidak ada untungnya jadi kita.” Jinho ikut merebahkan diri di samping Ren.

“Kau benar. Kalau bisa memutar waktu, jadi manusia biasa jauh lebih baik. Sejujurnya aku tidak begitu suka posisiku sekarang.” Ren mendesah keras-keras.

“Kau benar. Mau kau, ataupun aku. Kita kan sama-sama dibenci manusia.” Jinho melirik Ren, begitu juga lelaki itu. Kemudian keduanya tertawa bersama.

“Sebentar lagi malam. Aku pergi dulu.” Ren kemudian berdiri, dan menepuk-nepuk, bagian belakang tubuhnya beberapa kali. Membersihkan debu halus yang menempel.

“Baiklah. Sepertinya aku juga harus pergi. Satu nama sudah muncul.” Jinho mengangkat buku tuanya.

Kemudian keduanya menghilang bersama hembusan angin, diiringi langit jingga yang mulai berubah gelap.

 

*The Soul Taken*

 

Oh, pitiful shadow cloaked in darkness Thy actions cause men pain and suffering Thy soul drowns in thy sins How would you like to see what death is like?” Tepat setelah kalimat itu keluar dari mulut gadis berwajah dingin didepan Ren, lelaki itu menarik sosok dihadapan gadis itu. Sosok yang terus menjerit dan meronta ketakutan. Tapi ia tidak boleh goyah hanya karena hal sekecil ini.

BLUF! Kemudian sosoknya hilang bersamaan sosok yang ditariknya, juga gadis berwajah dingin yang sedari tadi bersamanya.

Ren menepuk tangannya sekali, pekerjaannya selesai untuk hari ini. Satu lilin lagi telah menyala di ruangan khusus di kediaman tuannya.

 

*The Soul Taken*

 

Satu nama tercetak jelas dalam lembar usang buku tua Jinho.

“Ikutlah bersamaku!” Ajaknya dengan suara datar. Sosok didepannya masih terus menangis seraya menatap sosok serupa yang telah terbujur kaku diatas tempat tidur.

Tak dihiraukan, Jinho akhirnya menarik lengan sosok itu. Menyeretnya paksa meski sosok itu masih menampakkan ke engganannya. Ia tak boleh lemah hanya karena hal ini.

Sayap kehitaman keluar dari balik punggung Jinho kemudian. Sayap yang membawanya bersama sosok dalam genggamannya menuju ‘kediaman’ baru.

 

Jinho mendesah, pekerjaannya selesai untuk hari ini. Lembaran bukunya bertambah satu, baik yang kosong maupun yang terisi.

 

*The Soul Taken*

 

“Apa pekerjaanmu berjalan lancar?” Tanya Ren saat keduanya bertemu di area pusat perbelanjaan.

“Tidak juga. Sama saja seperti sebelum-sebelumnya. Mereka sulit dibawa.” Keluh Jinho. Kemudian ia mengeluarkan sejumlah uang dan membayar semangku ramen dan segelas teh yang sudah beralih ketangannya. “Kau sendiri bagaimana?”

Ren ikut membayar paket sushi-nya sebelum menjawab, “Lebih sulit, karena Onna dan ojiisan sedang tidak ada.”

“Kemana mereka?” Jinho mengernyit. Ia tahu betul mereka biasa bekerja bersama-sama, tidak seperti dirinya yang selalu bekerja sendiri.

“Entahlah. Ojousama tidak memberitahuku apa-apa. Mereka juga tidak bilang apa-apa. Untung saja korbannya perempuan muda yang mudah dibawa.” Keluh Ren, kemudian mulai menyantap sushi-nya.

Jinho mendengus. “Mudah dibawa apanya? Korbanku juga perempuan, tapi dia sulit sekali dibawa. Aku bahkan harus adu tarik menarik dulu dengannya.”

Ren tertawa, kemudian susah payah meredam tawanya agar tak jadi pusat perhatian.

“Mungkin kau harus mencari teman. Seperti aku yang diberi teman oleh tuanku. Agar membawa korban semudah ini.” Ren menyumpit sushi-nya. Menunjukkan maksud kalimat terakhirnya.

“Kalau mengambil nyawa manusia semudah itu, aku dengan sukarela melakukannya.” Dengus Jinho lagi. Membuat Ren tertawa sekali lagi, namun kali ini tawanya tidak sekeras sebelumnya.

“Ya, kau benar.”

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Ojii-san: Kakek/orang yang dituakan. (Jepang)

Ojou-sama: Tuan putri. (Jepang)

Ramen: Masakan mi kuah Jepang.

Sushi: Makanan Jepang yang terdiri dari nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging, sayuran mentah atau sudah dimasak.

 

“Hai bayangan menyedihkan yang tersesat dalam kegelapan… Selalu memandang rendah orang lain… Jiwa yang tenggelam dalam dosa… Apa kau mau mati?”

Note’s: Quotes diambil dari kata-kata Ai Enma setiap kali dia ‘mengambil’ manusia yang sudah didaftarkan dalam website Jigoku Tsuushin. Aslinya bahasa Jepang, tapi aku lebih srek kalo buat di ff ini pake english nya. Yang tetep aja di bahasa apapun artinya horor, apalagi kalo Ai enma langsung yang ngucapin…

Ini ide gila muncul gitu aja. Soalnya Ren terlalu tampan buat jadi pencabut nyawa haks

Dan mas Jino…uh kau buatku sedih udah ga di SM lagi, tapi rapopo, yang penting nanti aku bisa liat kau dipanggung kekeke *meski masih ga rela* *abaikan*

Entah kenapa tiba-tiba ngebayangin kalo Jino asik kayanya dijadiin macam pencabut nyawa tampan kaya Ren. Soalnya dia di MV SMTB itu apalah syekali. Apalagi MV miss you kan ada angel-angelnya gitu *ya meski bukan death angel*

Ini kepikiran gitu aja pas lagi liat-liat koleksi pic Jigoku Shoujo. Apa lagi pas liat Ren nya ituloooohhhh *ok cukup fangirlingnya*

Semoga cerita crossover pertamaku ini cukup memuaskan 😀

 

24e1fe27e78c499082ce6ca913d59e16 “Masih yakin aku ganteng?”

Onna a.k.a Hone Onna img-thing

Wanyuudou ojii-san Wanyuudou

Paket lengkap ‘life taker’ Jigoku-shoujo *yang anak kecil nyempil itu abaikan saja disini*

Kalo ini yang bentar lagi resmi debut :* Jino

Sexy banget si mas :*

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

One thought on “The Soul Taken

  1. hah wot is dis
    geregetan aku liat ini mas jino *yg udah pindah ke sebelah* jadi pencabut nyawa XD AUnya gampang untungnya jadi aku bisa sedikit2 ngerti
    suka suka sukaaaaa banget btw bener ren ganteng dan mas jino juga ganteng ah! akhirnya mau debut juga uhuy ^^ bawa jiwaku bersamamu mas jino ^^
    anyway, kesalahan umum masih muncul sih: kemana, tanda ?! yg harusnya cuman dipakai buat kalimat tanya seru yg ‘seru’ /apa sih/ tapi udah lumayan berkurang kok
    terus… boleh saran gak? buat cover/fanart, bisa font yg lebih readable dan warnanya yg tdk terlalu mencolok? kadang kamu pake warna merah buat gambar bernuansa biru, terus fontnya juga yah jgn yg terlalu nyentrik gitu ehe. biar gampang dibaca.
    keep writing!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s