Lil’ Something

Chen & Heize

 

Lil’ Something

 

You | OC / Dahye | Heize (Rapper), Kim Jongdae | Jongdae | Chen (EXO/EXO-M)

 

Drabble – 481 Words || Comfort, Romance, Sad || PG – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

“Mengapa aku memikirkanmu ketika aku berjalan sendiri?” (Chen x Heize x Vibe – Lil’ Something)

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Aku terengah, menopang lengan pada kedua lutut, berdiri membungkuk. Beberapa tetes peluh mengalir, membentuk garis tak karuan diwajahku. Kemudian aku mendudukan diri kasar diatas kerasnya material aspal, napasku masih putus-putus. Lelah usai berlari mengelilingi lapangan dengan luas 28,5 kali 15 meter ini. Langit semakin gelap, sudah senja rupanya. Namun mentari senja yang semestinya indah, mulai tertutupi arak-arakkan awan kelabu. Mungkin tak lama lagi akan hujan.

Aku menatap sekeliling lapangan lamat-lamat, entah mengapa takut melewatkan sesuatu, takut ada yang tertinggal meski nyatanya aku tidak membawa apapun kesini –selain botol minum berisi air mineral yang tinggal setengahnya lagi.

Mungkin karena waktu itu, aku meninggalkan sesuatu yang berharga disini. Tanpa sadar, atas dasar kebodohanku semata.

Aku menghirup napas dalam, kemudian menghembuskannya keras-keras, menghalau sesak yang tiba-tiba datang padahal aku tidak punya riwayat asma atau penyakit semacam itu. Sekali lagi aku menatap langit, mendung sudah menyelimuti.

“Apa kabarmu?” Satu pertanyaan yang aku tahu tak akan berjawab.

“Kau bahagia?” Satu pertanyaan lagi dengan jawaban kosong. Hanya saja kali ini angin berhembus agak kencang, membuat beberapa helai rambut menempel diwajahku yang basah oleh peluh.

“Jadi… tidak adakah kesempatan untukku mengatakan sesuatu padamu?” Aku tersenyum miris, seolah mencemooh langit yang semakin gelap, meski bukan itu maksudku.

“Tidak ada ya? Kau benar-benar tidak akan kembali ya?” Aku menunduk, memejamkan mata erat dengan kedua tangan yang mengepal, menahan desakan dalam diri yang semakin menghebat.

“Kalau aku kembali apa yang akan kau katakan memangnya? Lalu kau akan bagaimana kalau tahu aku tidak bahagia dan tidak baik-baik saja?” Satu suara khas menyapa pendengaranku. Yang kusahuti dengan dengusan dan senyum sinis, untuk diriku sendiri. Terlalu merindu nya kah diriku? Ini gila.

“Jadi, apa kabarmu cantik?” Dan aku nyaris memaki diriku sendiri, namun urung ketika aku mengangkat wajah dan mendapati sepasang sneakers putih dihadapanku. Aku mengerjap beberapa kali, benar-benar merasa sudah gila sekarang. Kemudian aku mendongak, dan mendapati sosok yang sedang menatapku lembut dengan senyum menenangkan –yang jarang sekali diperlihatkan. Aku kenal betul wajah itu, sekalipun mendung menghiasi langit, aku masih waras untuk tidak mengatakan wajah bersinar yang tengah menatapku adalah bias sinar matahari.

“Ch–”

“Jongdae, aku lebih suka kau memanggilku begitu. Sekarang, maupun dulu.” Potongnya saat satu nama hampir terucap. Aku tersenyum lebar, setetes air mata meluncur bebas hingga dagu. Ia mengulurkan tangannya, membantuku berdiri. Lalu menarikku dalam pelukannya, membenamkan tubuhku dalam dekap hangatnya.

“Jadi, apa yang ingin kau katakan?” Ulangnya, ketika pertanyaan sebelumnya tak berjawab.

Aku hanya menggeleng, menarik diri untuk menghapus air mata yang tak kunjung berhenti mengalir, seperti air dicelah-celah batu pegunungan. Tangannya masih melingkari tubuhku, sebelahnya ia gunakan untuk menghapus air mataku dan mengusap puncak kepalaku sesekali.

“Baiklah. Aku saja kalau begitu… Jadi kekasihku ya? Sebelum nantinya kita menikah.” Aku tak tahu bagaimana ekspresiku sebenarnya. Yang kusadari aku hanya mampu menatapnya dengan wajah tak percaya, dan air mataku mengalir semakin deras. Sebelum akhirnya aku memeluknya –lagi- erat.

Ya, sebenarnya aku juga ingin berkata serupa. Mengatakan…, aku mencintaimu.

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Note’s: Yes celebrate yang amat sangat telat lagi. Jadi ini penebus dosa ceritanya *apalah*

Aduh mas Jongdae di sini kenapa lovable banget. Kan jadi jatuh cinta lagi *hush*

Lagunya, MV nya, dan acting dia itu loh. Bikin melted, lemes sebadan” *apa coba*

 

Hadiah dari yang tampan hehehe :*

26226600341_7d2664f49e_b

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

2 thoughts on “Lil’ Something

  1. mbak dahye minggiiiir mas jongdae punya akuuuh–ups, maksudku mbak lunaaaa
    anywaaaay aku suka penggambaran scenenya, fluffy sangat! tapi aku read lagi entah kenapa i got a feeling kalo mas chen ini udah mati, meski ya disebutnya tidak eksplisit, bahkan tanda2nya aja kurasa agak2 kabur. habis kalo dia beneran mati mestinya dia ga sampe ngajak nikah hehe
    cuman kalimat ini: Terlalu merindu nya kah diriku? –enaknya jadi ‘Sebegitu merindunyakah diriku?’ ga sih? pendapat pribadi.
    keep writing!

    Liked by 1 person

    • Ehehehe Itu opsional ko *udah kaya ngejawab soal ujian* pairing cewenya
      Belum mati ko ka belum, mas Jongdae masih idup
      Maksudnya ‘meninggalkan’ itu ya mas Jongdae pergi macam teman” segrupnya dulu *oops*
      Ouh ok ka. Makasih masukannya hehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s