Call You Bae

CcWkKQiXIAAuffQ-vert-new

 

Call You Bae

 

Shin Jimin | Jimin (AOA), Kim Minseok | Minseok |Xiumin (EXO/EXO-M)

 

Oneshot – 1064 Words || Fluff, Romance || G – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

“Are you going to keep doing this to me? Why are you making my heart race?” (Call You Bae – Jimin ft Xiumin)

 

 

Disclaimer

Terinspirasi dari MV nya, lagunya, dan couple ini yang subhanallah banget AKU SUKA *abaikan*

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Jimin menggerutu tidak jelas sembari terus men-scroll mouse-nya, membuat tulisan dilayar laptop-nya bergerak naik. Ingin rasanya ia berlari ke pusat Gangnam dan meneriaki sosok lelaki yang sedang tersenyum di layar.

Kim Youjung, Ahn Heeyoon, Kim Soeun. Siapa lagi nanti?! Membaca nama-nama itu membuat perasaannya tak karuan, jantungnya bergemuruh saking kesalnya, ditambah darah yang berebut naik ke otak membuatnya pusing.

Ketukan di pintu kamarnya membuat Jimin harus mengakhiri kekesalannya untuk sementara. Ya, mungkin salah satu member-nya bisa membuatnya sedikit melupakan soal berita yang berkaitan dengan lelaki berpipi bakpao itu.

“Ya?” Sahut Jimin setelah ia meng-close halaman web berisikan berita yang membuat kepalanya serasa ingin pecah.

Kepala Chanmi –magnae group-nya- menyembul kemudian. “Eonni, kita berangkat sekarang?”

Eoh? Iya. Aku keluar sebentar lagi.” Oh tidak. Jimin harus benar-benar mengendalikan kekesalannya mulai sekarang. Atau nanti ia akan mempermalukan dirinya didepan banyak orang.

 

*Call You Bae*

 

Gedung stasiun tv selalu ramai, apalagi disaat para artis bersiap untuk GR. Maklum, konser spesial musim panas akan segera diselenggarakan.

Jimin tidak suka keramaian ditengah suasana hatinya yang tak karuan. Apalagi nanti ia pasti bertemu dengan gadis bermarga Ahn yang lebih muda darinya itu. Atau parahnya, dengan lelaki bulat yang suka senyum sembarangan. Aish, sungguh menyebalkan! Tapi meski begitu Jimin masih bisa menebar senyum kepada setiap staff dan sesama idol yang menyapanya.

Belum-belum ia memasuki ruang ganti, satu wajah bulat berkulit putih dengan pipi bakpao-nya sudah muncul dihadapan Jimin. Tersenyum ramah kepada seluruh member group dan juga manajernya. Namun Jimin memilih untuk acuh. Sebersit rasa sesal muncul kemudian.

 

Setelah GR selesai Jimin memilih duduk dibangku paling belakang van yang membawanya serta member-nya kembali ke dorm. Sepasang headset menyumbat telinga, menghentakkannya dengan lagu-lagu hip-hop.

Jimin tidak ingin yang lain, hanya ingin lebih dekat dengan lelakinya itu. Tapi apa?! Lelaki itu malah asik dekat-dekat dengan perempuan lain. Pakai adegan cium-cium segala, ya…, meski hanya demi kepentingan sebuah drama. Tapi tetap saja Jimin tidak suka itu! Ia yang mati-matian berusaha dekat dengan lelaki itu, eh, malah perempuan lain yang kedapatan bermesraan bersamanya.

 

*Call You Bae*

 

Hari itu Jimin baru selesai berlatih dengan seluruh member saat sang CEO memanggilnya. Ada perasaan tak menentu tiap kali pria paruh baya itu memanggilnya ke ruang kerja yang dingin namun beraura panas itu.

“Ya sajangnim?” Ucap Jimin begitu berada didalam ruangan CEO-nya.

“Duduklah.” Jimin menurut.

“Aku punya lagu baru untukmu. Lagu duet. Dan kebetulan aku juga sudah menemukan siapa yang pas untuk membawakan lagu ini denganmu.” Pria paruh baya itu menyodorkan sebuah map transparan. Jimin melirik isinya. Tertulis Call You Bae dengan huruf dicetak tebal pada bagian atas kertas.

“Album-kah? Siapa pasangan duetku?” Tanya Jimin, tak mampu menyembunyikan raa penasarannya.

“Hanya single. Eum… Salah satu anggota EXO pokoknya. Pelatihmu yang akan memberitahu nanti.” Jimin menegang. Perutnya tiba-tiba serasa melilit.

Jimin baru bisa mengatur napas sekeluarnya dari ruangan sang CEO. Jangan dia, jangan dia, jangan dia. Gumam Jimin dalam hati.

 

“Soal lagumu…” Ucap pelatihnya begitu Jimin selesai berlatih untuk single barunya. “Kau akan berduet dengan Xiumin EXO nanti.”

Tubuh Jimin menegang, matanya mengerjap tak percaya. Kemudian merasa lemas seketika sesaat setelah si pelatih menepuk pundaknya lalu keluar ruangan.

Ingin rasanya detik itu juga ia melompat dari gedung agensinya. Yang benar saja! Ia jelas-jelas sedang kesal dan sungguh tak ingin bertemu dengan lelaki itu, jangankan bertemu, setiap panggilan dan pesan yang masuk saja tak satupun dibalasnya. Tapi sekarang malah disuruh berduet membawakan lagu roman? Ugh, lagi-lagi perutnya serasa melilit.

 

*Call You Bae*

 

Tepat ketika hari beranjak sore, sosok itu muncul dihadapan Jimin yang sedang mendengarkan instrumen lagu barunya. Membuatnya total hilang fokus.

 

Seperti biasa. Xiumin masuk keruangan yang baru baginya itu malu-malu. Lalu melemparkan senyum lembut yang melelehkan kepada setiap yang menyapanya. Tak terkecuali Jimin yang diam saja sejak kedatangannya. Tanpa disadari, lelaki itu tersenyum geli melihat gadis yang mati-matian menolak panggilannya.

Xiumin tahu gadisnya sedang cemburu. Sungguh kekanakan, pikirnya. Ia kan hanya selalu berusaha profesional. Bukan berarti berpaling. Lagipula, mana bisa ia mengalihkan rotasi hidupnya dari gadis mungil yang suka pecicilan itu?

 

Proses latihan dan take vocal berjalan cukup lancar. Meski bagian duet-nya harus di take berkali-kali.

Xiumin kemudian pamit, masih ada segudang jadwal menantinya. Saat berniat pamit dengan Jimin ia mendapati ekspresi tak suka dari gadis itu. Membuatnya sedih namun disisi lain ingin tertawa.

 

*Call You Bae*

 

Syuting video clip-nya sebentar lagi dimulai. Tapi tak sedikitpun perasaan Jimin membaik. Yang ada semakin buruk, apalagi ketika ia harus bersiap mewawancarai lelaki itu soal kegiatan syuting mereka nanti.

Xiumin datang dengan tampilan sederhana, mengimbangi tampilan Jimin untuk syuting nanti. Jimin sempat terkesiap, karena bagaimanapun lelaki itu selalu memesona. Namun tak lama, mengingat ia masih jengkel pada lelaki itu.

 

“Jangan memberengut begitu.” Bisik Xiumin saat keduanya sedang duduk sembari membaca skrip.

Jimin menoleh kearah Xiumin sebentar sebelum kembali menekuni skripnya.

“Kau marah?” Nada bicara Xiumin semakin melembut. Membuat siapapun akan jatuh padanya.

Dan gerakan Xiumin yang tiba-tiba menggenggam tangannya membuat Jimin menahan napas tanpa sadar, lalu menoleh ragu. “Kau berbeda hari ini. Kau semakin cantik. Biarpun sebelum-sebelumnya kau sudah cantik.” Kemudian Xiumin beranjak dari duduk ketika sutradara memanggilnya, memaksanya mengakhiri obrolan yang sejujurnya sudah dinanti-nanti. Saat itu Jimin menghela napas. Hampir saja ia terbawa suasana. Itukan hanya lirik lagu yang akan dinyanyikannya nanti, menybalkan!

 

Perasaan kesal Jimin pada Xiumin berkurang seiring berjalannya proses syuting. Meski ia masih tetap memasang facade tak sukanya saat lelaki itu menatapnya seraya tersenyum.

 

Eonni!” Dan kedatangan Seolhyun serta Hyeojong menjadi penyelamatnya. Setidaknya ia tidak perlu terlibat berdua saja dengan lelaki itu.

 

*Call You Bae*

 

Syuting berakhir keesokan harinya. Kali ini prosesnya lebih lama. Tidak ada tanda-tanda Jimin melunak sama sekali, ia masih terlihat kesal. Xiumin pun nampak acuh-acuh saja. Meski tanpa diketahui ada sesuatu yang disembunyikan lelaki itu.

 

Usai syuting Xiumin menghampiri Jimin di ruang gantinya. Ada seluruh member group-nya juga disana.

“Jangan cemburu. Aku hanya melihatmu kau tahu? Kubilang kan kemarin, kau semakin cantik. Biarpun sebelum-sebelumnya kau sudah cantik. Sungguh.” Bisik Xiumin tepat ditelinga Jimin, kemudian memasangkan sebuah cincin keperakan dijemari mungil Jimin. Dan pas. “Aku pulang ya. Masih ada jadwal yang menungguku. Bye bae.”

Jimin masih melongo saat lelaki itu keluar dari ruangannya. Diiringi riuh sorak member-nya.

Kekesalan Jimin menutupi perkataan jujur lelakinya kemarin. Ia tidak sadar kalau kalimat terakhir yang diutarakan Xiumin kemarin bukanlah bagian dari lirik lagu yang dibawakannya. Tapi murni isi hatinya akan kekagumannya terhadap Jimin. Bahkan seluruh kalimat yang diutarakan Xiumin kemarin itu memang murni perasaannya.

“Kau juga tampan. Sangat tampan. Dan selalu tampan. Bae.” Bisik Jimin tanpa sadar. Wajahnya semakin merona.

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Bae: Baby. Sayang. (Korea)

Eoh: Ya/Apa? Bentuk informal. (Korea)

Eonni: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara perempuan yang lebih tua. (Korea)

GR: Gladi Resik. Latihan terakhir sebelum tampil.

Sajangnim: Tuan. Seseorang yang dihormati. (Korea)

 

Note’s: Aduh dua makhluk ini minta terus”an di ship.Oh my!

Baru kali ini langsung jatuh cinta sama couple beda gedung hihihi

Ok aku tau ini celebrate yang amat sangat telat sekali

Idenya udah lama ketulis. Tapi baru sempet di post sekarang 😦 Maafkan

Mudah”an suka

 

Hadiah untuk menutupi fic nya yang gagal *haks* dari duo bocah yang sebenernya bukan bocah *iyalah liat aja umur*

102127455_23 12383427_1274577539225483_951808233_n1-675x675

Kan cocok kan cocok kan? *udah Kyo jangan maksa” deh*

 

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s