Sympathy

baekhyun-pathcode-exodus-exo

 

Sympathy

 

You | OC, Byun Baekhyun | Baekhyun (EXO/EXO-K)

 

Drabble – 482 Words || Hurt, Sad || G – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

“Masih menyukai salju huh?” Suara lembut itu kembali menyapa indra pendengaranku setelah sekian lama.

“Hahaha. Tentu saja. Kau masih ingat rupanya?!” Terdengarkah sindiran dalam nada bicaraku?

“Bagaimana mungkin aku lupa apa yang kau sukai? Semua itu sudah melekat kuat dalam ingatanku.” Lalu ia tertawa lebar.

“Ck. Ya ya ya.”

Hening sejenak. Aku terhanyut dengan pohon-pohon yang berubah putih tertutupi salju. Sedangkan dia, aku tak tahu. Aku tak memandangnya sejak kedatangannya tadi.

 

“Bagaimana kau sekarang?” Tanyaku mencoba memecah keheningan.

“Bagaimana aku? Kau mungkin sudah bisa menjawab pertanyaan itu sendiri.” Jawabnya sambil mendengus pelan.

Aku tersenyum simpul, “Kau benar.”

“Tenang saja. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku akan baik-baik saja.” Aku merasakan ia mulai memandangku.

“Kau senang menjalani ini semua?” Rasa penasaranku mulai tumbuh.

“Kau pikir? Entahlah, aku tidak tahu.” Ia kembali memandang kedepan.

“Seharusnya kau tidak usah datang.” Aku tidak tahu bagaimana bisa aku mengatakan begitu saja isi kepalaku yang satu ini.

“Bagaimana mungkin?” Ekor mataku menangkap senyum getir dari bibirnya, “Bagaimana pun aku tidak akan melupakan hari ini. Tanggal dan bulan ini tepatnya.”

“Terima kasih. Aku juga tak akan melupakannya.” Aku langsung menundukan kepala. Merasa apa yang baru saja kukatakan salah.

“Takkan melupakan apa?” Ini yang kutakutkan dari perkataanku barusan.

“Eung… Melupakan tanggal dan bulan mu.” Aku tersenyum kikuk.

Ia tertawa kecil, “Terima kasih.”

“Bukan apa-apa.”

 

*Sympathy*

 

“Aku harus kembali. Atau akan ada yang mencurigaiku dan melaporkanku macam-macam.” Nada bicaranya begitu datar, namun terdengar sindiran disana. Kentara sekali ia masih ingin berada disini, atau kalau boleh berharap, masih ingin bersamaku.

“Hahaha. Kalau begitu, hati-hati.” Kataku seriang mungkin. Walau tak kupungkiri aku masih ingin bersamanya, paling tidak hari ini saja.

“Hmmh. Kau juga hati-hati. Aku ingin mengantarmu, tapi…”

Aku memotong, “Tenang saja. Aku bisa pulang sendiri. Aku bukan nenek-nenek pikun!”

“Hahaha. Tapi kau pelupa.” Ejeknya yang langsung membuatku menatapnya.

Desiran itu muncul lebih kuat dari sebelumnya. Aku terpaku. Sampai ia berbalik dan langsung menatap kedalam manik mataku.

Butuh beberapa detik untukku –mungkin juga dirinya- tersadar dan menghentikan aktifitas saling memandang kami.

“Aku pulang oke?! Sampai nanti.” Ia tersenyum sambil melambaikan tangan, tanpa berbalik sedikitpun.

Aku hanya bergumam. ““Sampai nanti.””, benarkah akan ada pertemuan selanjutnya? Aku tak mau berharap, walau hati kecilku berkata sebaliknya.

Aku membalikkan badanku, berjalan cepat menuju tempat dimana aku sudah membuat janji dengan seseorang. Takut bertemu lagi dengan sosoknya. Lelaki dengan tinggi rata-rata, rambut kecoklatan, kulit putih, dan wajah bayi. Lelaki yang pergi tiba-tiba, namun tak bisa benar-benar ku lepas pergi. Byun Baekhyun.

 

*Sympathy*

 

Lelaki itu berbalik saat baru saja ia maju beberapa langkah. Ia tahu betul ia tidak bisa pergi begitu saja meninggalkan gadis itu. Namun keinginan tak sejalan dengan kenyataan.

Dapat dilihatnya gadis itu mulai berjalan cepat, meninggalkan tempat pertemun mereka barusan. Ia tahu gadis itu masih ingin tinggal bersamanya, karena begitu juga dengan dirinya. Ia pun tahu, alasan itulah yang membuat gadis itu berjalan cepat-cepat.

Takut tak bisa melepasnya. Sama seperti dirinya yang tadi berpura-pura pergi.

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

 

Note’s: Pengen post, tapi males. Jatuhlah pilihan di ff yang udah lama ngebangke di laptopku ini

Mudah-mudahan suka heu

Aslinya ga tau mau kasih judul apa, cuma gegara lagu Jung Joonyoung yang apa banget judul dan lagu dan mv nya itu, jadilah aku kasih ff ini judul Sympathy. Maafkan kalau judul sama isinya ga nyambung. Rupanya daku memang masih buruk dalam menentukan judul yang pas huhuhu

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

2 thoughts on “Sympathy

  1. hm… aku kok masih bingung sbnernya si baek dan cewek ini berada di acara apa, walaupun ada clue yg mengatakan mereka berdua lagi di ultahnya si cewek sblm si cewek pergi. eh. entahlah apakah event2nya masih berkesinambungan tiap jedanya. terus maaf juga aku lemot, mereka ini udah putus atau pacaran diem2 ya?
    huhu maafkan aku sesungguhnya masih bingung…
    keep writing anyway ^^

    Like

    • Huhuhu Maafkan juga fic yg random ini. Makasih bgt selalu setia buat mampir😀
      Betul ko betul, disini tu lg ngerayain ultah si cewe nya. Sebenernya si cewe mau ngerayain ulath sendiri, tp ga nyangka Baek dateng
      Mereka tu udah putus, tp masih ga rela gitu. Soalnya putusnya semacam ‘dipaksa’ gitu *ya anggaplah Baek dijodohin sm yg lain dan semacamnya*
      Yes yes makasih

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s