Voiceless 6

Voiceless [6 of 6]

1 of 6 | 2 of 6 | 3 of 6 | 4 of 6 | 5 of 6

 

Kwon Yuri | Yuri (SNSD/GG), Kwon Hyukjun | Hyukjun (Yuri’s brother), Kwon Yujin | Yujin (OC), Byun Baekhyun | Baekhyun (EXO/EXO-K)

 

Multichapter – 472 Words || Drama, Family, Hurt/Comfort || PG – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan. *bow*

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Ketiga kakak beradik itu tertohok saat mengetahui keadaan Yujin. Dengan susah payah Yujin berusaha mengelurkan suaranya. Ia memegangi lehernya, terlihat seperti mencekik dirinya sendiri. Butiran-butiran bening mulai mengalir dipipinya. Yuri langsung memeluk erat adiknya, menangis bersamanya.

 

Benturan yang hebat saat kecelakaan membuatnya tidak bisa bersuara lagi. Trauma kecelakaan kata dokter. Tidak ada cara untuk membuat suaranya kembali. Mau tak mau ia harus menjalani hidupnya tanpa bisa berbicara lagi.

 

*Voiceless*

 

Yujin menatap kosong kearah jendela ketika seseorang memasuki kamarnya. Ia tidak berniat sedikitpun untuk melihat siapa tamunya. Pikirannya kosong, hidupnya terasa semakin hampa setelah mengetahui kenyataan pahit itu.

“Maaf baru sempat menjengukmu sekarang.” Suara itu begitu familiar ditelinganya.

“Aku tidak tahu apa yang kau suka. Jadi aku hanya membawakanmu bunga tulip dan sepotong cheese cake. Aku harap kau menyukainya.” Perkataan lelaki itu kali ini sedikit menarik perhatian Yujin. Perlahan ia menolehkan wajahnya, menatap tamunya itu.

Hening, Yujin hanya mentapa lelaki itu dan hadiahnya bergantian. Ia lalu mengambil tablet pc yang ada disamping bantalnya dan mengetikan beberapa kata disana.

Terima kasih. Oppa seharusnya tidak usah repot-repot.” Setelah membaca apa yang diketik oleh Yujin, lelaki itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Sungguh ini bukan apa-apa. Aku harap kau bisa cepat keluar dari sini.” Ucapnya sambil tersenyum semanis mungkin.

Yujin membalas senyum lelaki itu seadanya. Kalau bukan karena senyum lelaki itu, Yujin tidak tahu bagaimana caranya dia harus tersenyum.

 

*Voiceless*

 

“Yujin-ah.” Suara Baekhyun oppa membuatku mau tak mau langsung memandangnya.

“Aku bersungguh-sungguh dengan perkataanku waktu itu, ketika kita di pantai. Aku menyukaimu. Tidak pedui bagaimana kondisimu.” Baekhyun oppa berhenti ketika aku mengalihkan pandanganku dan mengetikan beberapa kata di tabletku.

Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa.” Ia membacanya dengan sungguh-sungguh.

“Aku sudah mengetahui bagaimana kau bisa mengalami hal buruk dengan pria-pria tua brengsek itu! Aku mengetahui kebenarannya. Perasaanku ini tulus. Bagaimanapun dirimu, kau sudah sempurna dimataku.” Matanya sendu, namun penuh pengharapan disana.

Tanpa kusadari air mataku sudah menetes. Aku langsung memalingkan wajahku. Menatap apapun asal jangan dirinya.

 

Aku tidak tahu apakah aku juga menyukainya atau tidak. Yang pasti, setiap melihatnya aku merasakan ketenangan. Setiap melihatnya aku tidak ingin dia merasakan kesedihan yang kurasakan. Aku hanya ingin melihatnya bahagia.

 

Dia duduk diranjang, tepat disampingku. Merengkuh wajahku, berusaha membuatku menatapnya.

“Lihat aku! Kumohon.” Takut-taku aku menatapnya.

“Sungguh. Aku menyukaimu. Tidak peduli bagaimanapun keadaanmu.” Tulus, itu yang kudapatkan dari setiap ucapannya, sorot matanya.

Ibu jarinya mengusap air mataku yang entah sejak kapan membasahi kedua pipiku. Ia tersenyum begitu manis, membuatku ikut tersenyum. Kecupan singkatnya dikeningku membuatku semakin sadar perasaannya yang begitu tulus.

Hatiku luluh, aku mengangguk, mengisyaratkan bahwa aku menerima perasaanya itu. Dengan cepat ia langsung memelukku erat, mengalirkan perasaannya.

 

*Voiceless*

 

Dua orang kakak beradik itu hanya menatap apa yang terjadi didalam kamar rawat itu dengan senyuman lebar. Ketakutan dalam diri mereka menguap ketika melihat apa yang terjadi didalam sana.

Adik mereka tercinta kini telah menemukan kebahagiannya. Kebahagian yang hilang selama bertahun-tahun.

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Oppa: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

-ah: Digunakan pada akhiran nama bukan huruf vokal, biasa digunakan pada seseorang yang sudah dekat sekali. (Korea)

 

Note’s: Maaf untuk ending yg amat sangat terlambat sekali *bow*

Mohon maklumi penulis abal yang masih menjabat mahasiwi ini

Lunas sudah untuk Voiceless-nya~ :*

 

Sedikit promosi -lagi. Buat anak komunikasi atau lagi cari sesuatu yang berhubungan sama cyber media  dan teman” komunikasinya boleh main” ke blog ku yang satu lagi 😀 https://nnaadinna.wordpress.com/ Jangan lupa tinggalin jejaknya juga ya ^_^ Sankyu

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s