Voiceless 5

Voiceless [5 of 6]

1 of 6 | 2 of 6 | 3 of 6 | 4 of 6

 

Kwon Yuri | Yuri (SNSD/GG), Kwon Hyukjun | Hyukjun (Yuri’s brother), Kwon Yujin | Yujin (OC), Byun Baekhyun | Baekhyun (EXO/EXO-K), Park Chanyeol | Chanyeol (EXO/EXO-K)

Multichapter – 537 Words || Drama, Family, Friendship, Hurt, Sad || PG – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Yuri dan Hyukjun berlari menelusuri lorong-lorong panjang itu secepat mereka bisa, tangan mereka menggenggam erat satu sama lain. Beberapa teguran keras untuk tidak berlari dilorong-lorong panjang itu tidak diindahkan keduanya. Pikiran mereka kacau sekarang.

 

Saat Yuri dan Hyukjun berhasil menenangkan diri mereka dari keterkejutan bercampur rasa sakit atas perkataan Yujin, ponsel keduanya berdering bersamaan, menandakan ada panggilan masuk.

Ponsel Yuri jatuh bebas menghantam lantai kayu apartemen Yujin, sedangkan rahang Hyukjun mengeras ketika keduanya mendapati kabar bahwa Yujin mengalami kecelakaan.

Yujin yang memang sedang kacau saat itu ditambah lagi dirinya yang setengah sadar, tertabrak mobil yang sedang melaju kencang saat dirinya tak lagi berjalan ditrotoar. Tubuh mungil Yujin langsung terlempar jauh.

 

*Voiceless*

 

Setelah lebih dari enam jam menunggu, pintu ruang gawat darurat akhirnya terbuka. Beberapa orang berseragam, dangan penutup kepala dan masker keluar dari sana. Dengan cepat Yuri dan Hyukjun menghampiri orang-orang itu. Mengajukan beberapa pertanyaan yang terdengar seperti menginterogasi.

“Keadaannya masih kritis. Pendarahan di otaknya terlalu parah, ditambah lagi luka-luka dan trauma lain di tubuhnya. Sekarang kita semua hanya bisa berserah diri pada Tuhan, berharap yang terbaik. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi maaf, hanya sampai sini kemampuan kami. Kami permisi.” Jelas salah seorang dari orang-orang berseragam itu pada Yuri dan Hyukjun.

Tangis Yuri pecah, tubuhnya lemas, ia tidak bisa membayangkan kalau harus kehilangan satu lagi adiknya. Hyukjun memeluk Yuri erat, merasa sangat bersalah karena sudah menampar Yujin dan merasa dirinyalah penyebab Yujin mengalami kecelakaan ini.

 

*Voiceless*

 

Agensi memtusukan untuk memberi Yuri cuti hingga batas waktu tertentu. Beberapa schedule-nya dalam waktu dekat terpaksa dibatalkan. Yuri sangat terguncang, semua member SNSD berusaha menghiburnya namun selalu gagal. Tidak berbeda jauh dengan Hyukjun, namun anak tertua itu lebih bisa mengontrol diri.

 

*Voiceless*

 

“Padahal baru beberapa hari yang lalu aku menyatakan perasaanku padanya. Tapi sekarang aku mendapatinya seperti ini.” Semua orang yang hadir diruangan itu menatap kaget Baekhyun.

“Apa yang kau bicarakan?” Chanyeol tak mengerti dengan perkataan roommate-nya itu.

“Kau ingat saat aku pergi sendirian malam-malam? Saat itu aku tidak sengaja melihat Yujin masuk ke salah satu club. Aku langsung mengikutinya begitu saja. Dengan sedikit memaksa aku memintanya menemaniku pergi kesuatu tempat. Pantai. Saat itulah aku mengutarakan perasaanku padanya. Walaupun ia menolakku karna beberapa alasan menyakitkan. Tapi sungguh aku bisa menerima kondisinya yang seperti apapun.” Baekhyun tersenyum pilu.

“Terima kasih. Untuk segalanya.” Ucap Yuri tulus sebelum ia kembali terisak.

 

*Voiceless*

 

Setelah pertentangan batin yang cukup hebat, Hyukjun akhirnya memutuskan untuk menceritakan kebenaran dari aib adiknya itu pada Baekhyun. Bicara empat mata. Sebelum lelaki itu pulang bersama kedua teman satu group-nya, Chanyeol dan Suho.

 

Mata Baekhyun berkilat penuh emosi setelah ia mendengar kebenarannya. Rasanya ia ingin langsung menghabisi pria-pria tua yang dengan tega menodai gadis yang dalam waktu singkat mampu menarik perhatiannya.

Kenyataan itu membuatnya semakin tak ingin melepaskan gadis itu. Apapun kenyataan terburuk yang harus diterimanya ketika gadis itu sadar nanti.

 

*Voiceless*

 

Yuri meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku saat sinar matahari mengusik tidurnya. Beberapa kali ia mengerjapkan matanya saat melihat sosok yang terbaring dihadapannya membuka matanya dan tersenyum manis.

Oppa! Dia sadar!” Teriaknya tertahan saat dirinya yakin bahwa apa yang dilihatnya bukanlah mimpi atau ilusinya ketika baru bangun tidur.

Hyukjun yang tertidur di sofa dengan posisi duduk langsung terbangun dan menghampiri ranjang tempat adiknya –Yujin- terbaring.

 

~To Be Continued~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Oppa: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

 

Note’s: Maafkan sekali untuk update yang amat sangat terlambat.

Biasa lah lagi jadi mahasiswa yang sok sibuk gitu, tepatnya dibikin sibuk kali ya sama tugas yang seabreg.

Semoga dua update sekaligus ini cukup mengobati. Maaf juga kalo ancur”an, entah kenapa jadi stuck ngurusin blog, apalagi bikin ff huhuhu

 

Sedikit promosi. Buat anak komunikasi atau lagi cari sesuatu yang berhubungan sama cyber media  dan teman” komunikasinya boleh main” ke blog ku yang satu lagi 😀 https://nnaadinna.wordpress.com/ Jangan lupa tinggalin jejaknya juga ya ^_^ Sankyu

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

3 thoughts on “Voiceless 5

  1. hagz aku sudah lama melewatkan cerita ini T.T jadi baekhyun itu suka sama yujin, terus ternyata yujin pernah diperkosa, kasian banget…
    tapi menurutku dia parah bgt kekanakannya, yah mau gimana lagi kakak2nya juga berusaha ngeluangin waktu buat dia terutama yuri, eh dianya ttp aja. aku malah jadi lebih kasian sama yuri yak.
    anyways, ini 5/6 kan? sebenernya aku merasa chap blkg2 ini agak terlalu pendek2 sehingga terasa agak cepat. kuharap endingnya ttp jedus hehe. keep writing!

    Like

    • Iya. Yurinya juga dibikin adi pihak korban kekeke
      Maaf ceritanya begini
      Pendek” karena otakku memendek *apalah ini*
      Makasih ya ka udah mau baca and review 😀

      Like

  2. Pingback: Voiceless | Fiction House

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s