Voiceless 4

Voiceless [4 of 6]

1 of 6 | 2 of 6 | 3 of 6

 

Kwon Yuri | Yuri (SNSD/GG), Kwon Hyukjun | Hyukjun (Yuri’s brother), Kwon Yujin | Yujin (OC), Kwon Hyunjun | Hyunjun (OC)

 

Multichapter – 404 Words || Drama, Family, Hurt, Sad || PG-15 – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Yuri menyeret adiknya kasar keluar dari mobil. Entah untuk keberapa kalinya ia melakukan hal ini. Meminta seorang bartender dibeberapa club langganan adiknya untuk menjadi mata-matanya, memberitahukan dirinya ketika sang adik datang dan mulai memesan beberapa minuman beralkohol diluar batas, setelah itu membantu memapah –tak jarang membopong- adiknya  yang sudah mabuk masuk kedalam mobilnya, dan membawanya pulang dengan segera.

 

*Voiceless*

 

Tamparan keras Hyukjun membuat Yuri dan Yujin terbelalak. Sungguh mereka tak menyangka kakak laki-laki yang biasanya begitu lembut mampu melakukan hal seperti ini.

 

“Seberapa sering kau pergi ke club?! Seberapa sering kau pergi ke luar dan kembali dalam keadaan seperti ini?!” Suara Hyukjun meninggi, menandakan emosi begitu menguasai dirinya.

“Haha. Hampir setiap malam. Kenapa?” Yujin menantang kakaknya. Tidak benar-benar berniat, hanya saja kondisinya yang nyaris tak sadar membuatnya berani melakukan hal itu.

Lagi-lagi Hyukjun menampar keras Yujin. Tidak ada rasa bersalah atau sedih. Hanya ada kilatan emosi dimanik matanya.

“Kau ingin mati huh?!” Pertanyaan Hyukjun kali ini membuat Yuri menelan salivanya susah payah.

Oppa.” Rajuk Yuri. Berharap hal ini mampu meredam emosi kakaknya itu.

“Mungkin. Aku bosan! Aku lelah! Aku muak!” Jawab Yujin serampangan. Tangan Hyukjun sudah terangkat, siap melayangkan tamparan berikutnya sebelum tangan kecil Yuri menghentikannya.

“Kalian tahu?! Aku hanya sendiri! Setelah kematian Hyunjun aku hanya sendiri! Oppa sibuk dengan study dan pekerjaan oppa! Eonni juga begitu! Aku tidak nenyalahkan kalian! tidak pernah! Tapi aku menyesali satu hal! Kenapa kalian baru datang saat Hyunjun sudah pergi?! Kenapa kalian tidak datang ketika Hyunjun masih bernafas di rumah sakit?! Kenapa?!” Suara Yujin semakin melengking. Air mata membanjiri pipinya yang putih mulus.

“Kalian tahu?! Kalian persis seperti orang tua itu!”  Perkataan Yujin kali ini membuat Hyukjun dan Yuri terhenyak. Benarkah mereka seperti itu? Batin keduanya.

 

*Voiceless*

 

Setelah perceraian kedua orang tuanya, mereka berempat –Hyukjun, Yujin, Yuri, dan Hyunjun- berjanji untuk selalu berama dan saling melengkapi. Berjanji untuk tidak bersikap seperti kedua orang tua mereka yang mementingkan ego masing-masing. Tapi pada kenyataanya sekarang, Hyukjun dan Yuri hampir tak ada bedanya. Mereka yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing begitu mirip dengan orang tua mereka dimata Yujin.

 

*Voiceless*

 

“Sekarang semuanya sudah terlambat! Aku tidak bisa lagi seperti dulu! Semua ini sudah menjadi canduku! Tidak ada lagi Kwon Yujin! Sekarang hanya ada Yujin, gadis pemabuk yang tak memiliki marga!” Ucap Yujin penuh penegasan.

Yuri terduduk, ia menangis keras. Hyukjun merengkuhnya, mencoba membagi rasa sakit adiknya itu. Tanpa mereka sadari Yujin sudah keluar dari apartemennya sendiri, berjalan tanpa arah.

 

~To Be Continued~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Oppa: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

Eonni: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/perempuan yang lebih tua. (Korea)

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

2 thoughts on “Voiceless 4

  1. Pingback: Voiceless | Fiction House

  2. Pingback: Voiceless | Fiction House

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s