Voiceless 2

Voiceless [2 of 6]

1 of 6

 

Kwon Yuri | Yuri (SNSD/GG), Kwon Hyukjun | Hyukjun (Yuri’s brother), Kwon Yujin | Yujin (OC), Byun Baekhyun | Baekhyun (EXO/EXO-K), Cho Kyuhyun | Kyuhyun (Super Junior), Lee Donghae | Donghae (Super Junior)

 

Multichapter – 1014 Words || Drama, Family, Friendship || PG – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

“Kau harus datang!” Ketus Yuri sebelum ia mengakhiri sambungan telepon dengan Yujin.

Yuri merasa kesal karena Yujin yang selalu bersi keras tidak mau datang ke acara ulang tahun group-nya. Padahal ini adalah acara intern, jadi hanya orang-orang agensinya saja yang akan menghadirinya. Yuri selalu ingin mengenalkan Yujin sebagai adiknya, setidaknya pada orang-orang di agensinya.

 

“Bagaimana?” Tanya Hyukjun sesaat setelah Yuri mengakhiri percakapannya dengan sang adik via telepon.

“Seperti biasa. Dia bersikeras tidak akan datang. Tapi aku memaksanya. Awas saja kalau dia tetap tidak datang.” Kesal Yuri yang membuat Hyukjun tersenyum.

 

*Voiceless*

 

Setelah beberapa sambutan dari orang-orang penting di agensinya, juga dari sang manager dan leader mereka –Taeyeon. Acara bebas pun dimulai, namun Yuri masih belum melihat tanda-tanda keberdan adiknya, Yujin.

Hingga kehebohan kecil dipintu masuk aula serba guna itu mencuri perhatian Yuri.  Dengan senyum lebar ia menghampiri sosok yang menjadi pusat dari kehebohan kecil itu.

“Kau datang. Terima kasih.” Ucap Yuri senang sambil memeluk erat Yujin.

“Ini untuk eonni dan yang lainnya.” Ucap Yujin dingin sambil menyerahkan bungkusan besar pada Yuri.

“Benar feeling ku. Dia datang kan.” Sebuah suara berat mengalihkan perhatian Yuri dan Yujin. Mata Yujin membulat sempurna saat menyadari siapa pemilik suara berat itu.

“Kapan oppa datang? Kenapa tidak memberi tahuku?” Interogasi Yujin. Merasa kesal karena kakak laki-lakinya itu datang tanpa kabar.

“Pagi hari sebelum konsernya dimulai.” Jawabnya tenang sambil menunjuk Yuri, “Salahmu sendiri langsung pulang setelah konser.” Lanjutnya.

Yujin hanya memasang wajah tidak senangnya. Sedangkan kedua kakaknya hanya tersenyum geli melihat kelakuan adik mereka.

 

*Voiceless*

 

“Kau…” Seorang lelaki dengan wajah bayinya menatap Yujin tak percaya. Sedangkan Yuri dan Hyukjun menatap lelaki itu dan Yujin bergantian.

“Kalian saling mengenal?” Tanya Yuri tidak mengerti.

“Tidak.” “Iya.” Ucap mereka bersamaan.

“Hei-hei. Jangan bercanda.” Yuri memasang wajah kesalnya. Merasa dirinya dipermainkan.

“Aku memang tidak mengenalnya eonni.” Sergah Yujin cepat sebelum lelaki itu menginterupsi lagi.

“Mungkin kau tidak ingat. Kita pernah bertemu di club, saat itu kau tidak sengaja menabrakku hingga kau terjatuh.” Jelas lelaki itu tenang.

“Oh.” Yujin hanya berkomentar singkat. Sebenarnya ia tidak mengingat jelas kejadian yang dikatakan lelaki itu.

“Pantas kau tidak mengenalnya. Hei, kau sudah berani main ke club ya Byun Baekhyun?!” Sindir Yuri tajam.

“Ah, bukan begitu noona.” Lelaki dengan wajah bayi bernama Baekhyun itu gelagapan.

“Bukan begitu bagaimana?” Yuri mulai menggodanya.

“Saat itu bukan hanya aku. Tapi ada semua member dan manager hyung. Lagi pula saat itu kami merayakan kesuksesan kami menyabet triple crown di empat acara musik sekaligus.” Baekhyun memasang wajah memelasnya. Meminta seniornya itu berhenti untuk menggodanya.

“Ckckck.” Yuri masih terus menggoda Baekhyun.

“Bagaimana kau bisa disini?” Tanya Baekhyun penasaran. Tidak mungkin kalau gadis itu hanya gadis biasa, pikirnya.

“Dia adikku. Tidak banyak yang tahu memang.” Jelas Yuri enteng.

Mata Baekhyun terbelalak, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Bagaimana mungkin dirinya yang fans sejati SNSD –group Yuri- tidak mengetahui idolanya memiliki anggota keluarga lain.

“Kau tidak usah terkejut begitu. Aku sengaja tidak memperkenalkannya ke publik dari awal. Ini juga keinginannya.” Jelas Yuri lagi sambil tersenyum.

 

*Voiceless*

 

Aku tahu akan begini jadinya. Saat Yuri eonni bersikeras aku harus datang ke acara ulang tahun group-nya, pasti aku akan menjadi pusat perhatian. Aku sangat tidak suka itu.

Aku merutuki kebodohan eonni-ku saat dengan bangganya ia memperkenalkanku pada seluruh tamu undangan yang hadir disana. Selama ini dengan susah payah aku menyembunyikan identitasku yang sebenarnya, tapi dengan mudahnya Yuri eonni membongkar semuanya. Aku benar-benar kesal saat ini, sungguh aku menyesal datang ke acara ini.

 

Setelah pengumuman besar-besaran tentang statusku, aku langsung jadi pusat perhatian dan pusat perbincangan seluruh tamu undangan. Beberapa diantara mereka bahkan mendekatiku dan mengajakku berbicara. Kutanggapi seadanya saja, sungguh aku malas.

“Pantas wajahmu tidak asing bagiku.” Seorang lelaki dengan rambut keemasannya menghampiriku.

“Maaf. Apa saya pernah bertemu dengan anda sebelumnya?” Muak rasanya beramah tamah seperti ini. Tapi apa boleh buat, ini demi citra baik Yuri eonni.

“Tidak usah seformal itu. Hmm. Aku pernah melihatmu beberapa kali di club. Kurasa hyung juga.” Kata lelaki itu pada lelaki bertubuh kekar disampingnya.

“Kau benar. Gadis ini yang dipapah salah satu bartender menuju taksi kan?” Kata lelaki bertubuh kekar itu.

“Yups.” Lelaki berambut keemasan itu hanya tersenyum.

Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa. Aku malu, aku takut citra baik Yuri eonni akan jatuh karena kelakuan urakanku yang diketahui beberapa orang disini –diantaranya dua lelaki dihadapanku yang entah siapa.

“Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun.” Lelaki berambut keemasan itu mengulurkan tangannya.

“Yujin.” Ucapku singkat sambil membalas uluran tangannya.

“Donghae, Lee Donghae.” Kini giliran lelaki bertubuh kekar itu.

“Yujin.”

 

“Sepertinya kau sudah tidak asing dengannya oppa?” Suara Yuri eonni membuatku langsung mengalihkan pandanganku padanya.

“Begitulah.” Ucap lelaki bernama Kyuhyun itu.

“Kuharap kau tidak menularkan hal buruk pada adikku.” Ucap Yuri eonni setengah menggoda.

“Hei! Seburuk itukah aku?” Protes Kyuhyun. Sedangkan lelaki bernama Donghae itu hanya tertawa.

“Ah. Apa kau tidak mengenal kami? Atau, kau bukan fans kami?” Pertanyaan Donghae membuatku terpaku.

“Dia tidak mengenal siapapun selain SNSD, manager kami, dan Hyukjun oppa.” Jawab Yuri eonni polos, yang diakhiri dengan tawa khasnya.

Eonni benar, aku tidak mengenal seorang artis pun. Walau banyak acara yang selalu kutonton, tapi aku tidak pernah benar-benar mengingat wajah apalagi nama para pengisi acaranya. Karena tak jarang aku hanya menatap kosong tv yang entah sedang menayangkan acara apa.

“Kau tidak bercanda kan?” Kyuhyun nampak tak percaya.

“Tentu saja. Kalau oppa tidak percaya bisa tanyakan langsung padanya.” Jawab Yuri eonni masih denngan tawa khasnya.

“Benarkah?” Kedua lelaki itu bertanya bersamaan. Aku hanya menjawabnya dengan mengangguk ragu-ragu.

“Hoah! Daebak! Memang tidak ada satupun artis yang kau sukai?” Donghae masih penasaran nampaknya.

“Seperti kata eonni, artis di negeri ini aku hanya tahu SNSD.” Jawabku polos. Sedangkan dua lelaki yang nampaknya superstar seperti eonni-ku hanya memutar bola matanya.

“Sepertinya kita harus mengulangi perkenalan kita.” Donghae menyikut lengan Kyuhyun.

“Aku Lee Donghae. Biasa dipanggil Donghae. Member Super Junior. Salah satu lead dancer.” Jelasnya sambil mengulurkan tangan. Aku hanya menjabat tangannya tanpa mengucapkna sepatah katapun.

“Aku Cho Kyuhyun. Mereka memanggilku Kyuhyun. Magnae Super Junior. Salah satu lead vocal.” Aku melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan pada Donghae.

“Tidak kusangka masih ada orang yang tidak mengikuti perkembangan hallyu wave.” Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

 

~To Be Continued~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Daebak: Luar biasa. (Korea)

Eonni: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/perempuan yang lebih tua. (Korea)

Hyung: Panggilan untuk laki-laki kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

Noona: Panggilan untuk laki-laki kepada kakak/saudara/perempuan yang lebih tua. (Korea)

Oppa: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

 

Note’s: Maafkan baru update lagi.

Yg ini juga minim edit. Maaf kalo bahasanya naglor ngidul. Semoga ngerti dan tetep suka 😀

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

6 thoughts on “Voiceless 2

  1. Pingback: Voiceless | Fiction House

  2. Pingback: Voiceless | Fiction House

  3. Pingback: Voiceless | Fiction House

  4. Pingback: Voiceless | Fiction House

  5. hah parah banget si yujin ga tau sj. aku yg di indonesia aja tau. sebegitu tertutupnyakah dia? terus juga dari pov dia, banyak bgt yg nunjukin betapa antisosialnya dia. aku jadi penasaran gimana cerita ini akan berkembang, aku harap yuri bisa mengubah dia nanti ^^ sejujurnya aku jarang baca fic dgn chara development krn cuma ficlet-drabble mulu yg kuampirin hehe. tapi kyknya ini bakal menarik nantinya
    oh ya saran aja, gimana kalo kamu konsisten satu POV? maksudku beda chapter boleh beda POV tapi setiap chapter POVnya satu aja. aku merasa di sini ada POV org ketiga dan POV Yujin jadinya rada nyampur…
    keep writing ya!

    Like

    • Ahahaha iya ka. Emang aku sengaja bikin Yujin nya begitu, tertutup bgt, soalnya kan ada faktor x *halah* yg bikin dia begitu. Jd dia cuma ngurusin diri dia, berusaha jaga nama baik keluarga, plus temenannya sama ‘club’ doang hahaha *spoiler dah*
      Semoga bisa memenuhi ekspektasi kakak deh hihihi
      Itu tu kenapa ada perubahan POV soalnya ada beberapa adegan yang aku ga dapet feelnya kalo pake POV Yujin, dan karena biar dapet pemikiran/feeling dari cast lainnya, tapi kalo pake POV cast lain itu sendiri malah kurang gimana. Ya gitulah ka pokonya wkwkwk
      Btw makasih banget loh selalu kasih masukan tiap comment d wp ku *hug & kiss* ^_^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s