Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon

Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon

 

Kim Joonmyeon | Joonmyeon | Suho (EXO/EXO-K), Kim Minseok | Minseok | Xiumin (EXO/EXO-M)

 

Ficlet – 893 Words || Brothership, Family, Friendship, Hurt(?), Sad || PG-15 – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

“Semua orang selalu mengatakan bahwa malaikat adalah sosok suci tanpa dosa, namun bagaimana jika tidak begitu? Semua orang orang selalu mengatakan bahwa iblis adalah sosok jahat penuh dosa, namun bagaimana jika tidak begitu? Semua orang selalu mengatakan kalau malaikat adalah penghuni surga dan iblis adalah penghuni neraka, bagaimana jika sebaliknya?”

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

   

Dia pingsan tepat didepanku saat aku –yang terpaksa- mengikutinya menuju perpustakaan untuk mengambil beberapa buku sebagai bahan referensi tugas untuk kelompok kami –aku, dirinya dan dua orang teman yang lain. Dengan cepat aku dan dua orang temanku yang lain membawanya masuk kedalam mobilku dan bergegas menuju rumah sakit.

 

Dokter mengatakan kalau dia pingsan karena kelelahan. Kurang istirahat dan kurangnya asupan makanan membuat kondisi tubuhnya begitu buruk. Sebenarnya apa yang dia lakukan? Apakah hal itu juga yang menyebabkannya sering tertidur saat didalam kelas?

Dua temanku yang lain sudah pulang lebih dulu sesaat setelah dokter menghampiriku -karena aku yang mengaku sebagai walinya. Aku terduduk disamping ranjang tempatnya berbaring. Kuamati setiap inci tubuhnya. Benar, ia begitu kurus untuk lelaki seumurnya. Ukuran tubuhnya sama denganku, namun ia jauh lebih kurus dariku. Seolah-olah tubuhnya itu hanya tulang yang terbungkus kulit tipis.

 

*Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon*

 

Saat aku membuka mataku, aku tahu betul dimana diriku berada sekarang. Tipe kamar ini, dominasi warnanya, dan baunya. Aku sangat yakin kalau ini rumah sakit atau semacamnya. Dari tempatku berbaring aku melihat sosok lelaki berkulit putih yang kukenal. Ia tersenyum tipis kearahku, bangun dari duduknya, dan berjalan menghampiriku.

“Apa yang terjadi?” Suaraku parau.

“Kau pingsan tepat didepanku. Sebenarnya kau kenapa?” Tanyanya dengan alis bertautan.

Aku hanya mampu tersenyum, pandanganku berganti memandangi langit-langit kamar ini yang sesungguhnya tak menarik sama sekali.

 

“Hei.” Suaranya memaksaku mengalihkan pandangan.

“Aku sudah baik-baik saja. Bantu aku pulang ok?!” Pintaku setengah memelas.

“Tidak! Kau masih sangat butuh istirahat dan asupan gizi yang cukup!” Ucapnya tegas. Aku hanya mendengus kesal.

 

*Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon*

 

Entah mengapa Joonmyeon lebih nyaman menghabiskan waktunya bersama Minseok. Lelaki yang penuh dengan kegembiraan itu membuat Joonmyeon merasa lebih ‘hidup’. Sebenarnya Joonmyeon tidak memiliki sahabat atau semacamnya, ia hanya berteman biasa dengan mahasiswa di kampusnya. Jadi beruntunglah dirinya yang kini bisa begitu dekat dengan Minseok, setidaknya sekarang dia memiliki seorang sahabat.

 

“Kenapa kau tidak memakannya? Kau tidak suka?” Joonmyeon bingung melihat Minseok yang hanya menatap makanannya. Mereka berada di sebuah restoran cepat saji favorit Joonmyeon.

“Bukan. Aku hanya teringat adik-adikku.” Sahut Minseok sendu.

“Aku akan membelikan banyak makanan untuk keluargamu dirumah.” Ucap Joonmyeon ringan.

“Benarkah? Terima kasih. Aku akan bekerja keras untukmu.” Kata Minseok mendadak semangat.

Joonmyeon terbahak, “Tidak usah berlebihan. Sungguh ini bukan apa-apa.” Katanya ringan.

 

*Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon*

 

“Kau mau kemana?! Sebentar lagi masuk!” Pekik Joonmyeon sambil terus berlari mengikuti Minseok.

Tidak menjawab, Joonmyeon menarik kasar Minseok.

“Adikku sakit. Aku harus segera pulang.” Terdengar kekhawatiran dalam suaranya, membuat Joonmyeon… iri?

“Ku antar.” Joonmyeon menarik Minseok ketempat mobilrnya terparkir.

 

“Kalau ada apa-apa kau harus segera menghubungiku. Bagaimana bisa adikmu sudah demam selama dua hari dan kau hanya membiarkannya saja?!” Suara Joonmyeon meninggi, emosinya meluap. Ia tidak mau melihat sahabatnya itu kesulitan.

“Aku tidak membiarkannya! Kami tidak punya cukup uang untuk membawanya kerumah sakit! Aku tidak mau merepotkanmu terus!” Suara Minseok tak kalah tingginya.

“Kau tidak merepotkan. Kita ini keluarga! Ingat itu!” Ada perasaan hampa saat Joonmyeon menyebutkan keluarga.

“Terima kasih… Maafkan aku. Sungguh, aku tidak mau bergantung terus menerus padamu.” Emosi Minseok mereda lebih dulu.

“Tidak Minseokie. Kita ini saudara. Ingat itu!” Joonmyeon menegaskan sekali lagi.

 

*Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon*

 

Oppa sangat baik. Terima kasih banyak. Tuhan pasti sayang oppa.” Suara cempreng khas anak kecil milik adik Minseok membuat Joonmyeon tersenyum lebar. Entah mengapa hatinya terasa tersayat.

“Bukan apa-apa sayang. Kau harus cepat sembuh eoh?! Kau harus sekolah dengan rajin. Harus sama seperti oppa-mu.” Joonmyeon tersenyum semanis mungkin pada gadis kecil itu.

“Tentu! Aku juga akan menjadi orang baik seperti oppa. Tidak seperti Minseok oppa.” Gadis kecil itu menjulurkan lidahnya kearah Minseok, membuat kakak lelakinya itu mengepalkan tinju diudara. Sedangkan Joonmyeon hanya tertawa melihat kelakuan kakak-beradik itu.

Jangan mau menjadi diriku. Kau harus benar-benar baik. Jangan seperti aku. Batin Joonmyeon perih.

“Sungguh terima kasih anak muda. Tuhan pasti melimpahkan rejekinya padamu dan keluargamu.” Ibunya Minseok menunduk dalam, menunjukkan rasa terima kasihnya yang begitu besar.

“Sungguh bukan apa-apa. Anda tidak sepatutnya begitu.” Joonmyeon merasa tak enak diperlakukan berlebihan oleh keluarga Kim ini.

Kim? Marganya juga Kim. Lagi-lagi ia merasaka sayatan dihatinya.

 

*Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon*

 

“Kau sudah melaksanakan perintahku?” Suara khas milik pria paruh baya itu memaksa Joonmyeon menoleh ke arahnya.

“Sudah appa. Aku membelikan mereka makanan setiap hari, bahkan saat hari libur. Aku juga bekerja di café yang sama dengan Minseok. Adiknya pun sudah kembali sehat, dan bisa bersekolah lagi. Kehidupan nyonya Kim, Minseok, dan ketiga adiknya baik-baik saja.” Ucap Joonmyeon lugas, layaknya seorang prajurit melaporkan berita pada atasannya.

“Baguslah. Jaga juga dirimu.” Pria paruh baya itu berlalu. Joonmyeon sedikit senang, benarkah pria itu merasakan kekhawatiran akan dirinya juga? Untuk pertama kalinya Joonmyeon menangkap sedikit kekhawatiran mengenai dirinya dalam nada bicara sang ayah.

 

*Between Heaven and Hell ~ Between Angel and Demon*

 

”Sudahku bilang. Jangan ingin menjadi diriku. Berpura-pura baik hanya untuk kepentinganku sendiri, keegoisanku sendiri.

Maafkan iblis dalam diriku yang bersemayam dalam tubuh malaikatmu, dan menghuni surgamu ini.”

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Appa: Ayah. (Korea)

Eoh: Ya/Apa? (Korea)

Oppa: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

 

Note’s: Ga ngerti ya?

Sama aku juga ga ngerti nulis ff apaan hahaha

Terjemahkan aja sendiri cerita gaje ini

Cuma ingin buat cerita dengan sisi diri Joonmyeon oppa yang berbeda :Dv

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s