De(e)ar

De(e)ar

 

OC | You, Xi Luhan | Luhan (Actor/Soloist)

 

Drabble – 213 Words || Sad/Comfort || G – K+

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

Semoga hasil tulisan-tulisan berikutnya bisa lebih baik. Semoga ada yang tetep suka sama hasil tulisan saya.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

LIKE THE CAST? LIKE THE STORY?

JUST STAY ON THIS PAGE!

IF NOT, JUST LEAVE THIS PAGE!!!

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Napasku tercekat, tatkala melihat sosok yang sedang berdiri menghadap counter disalah satu coffee shop disebuah distrik terkenal di kota ini. Berulang kali aku mengerjap, ragu dengan penglihatanku sendiri. Tapi sekuat apapun aku menyangkal, itu memang dirinya. Dia sosok lelaki manis yang pergi dua bulan lalu.

Ada bagian lain dari hatiku yang tersenyum bahagia, bahkan menari-nari, ketika pandanganku mengunci sosoknya. Namun aku tak bisa memungkiri, sebagian besar hatiku meneriakkan kesedihannya.

 

Entah berapa lama aku menatapnya, hingga –entah kapan- sosoknya sudah berbalik dari counter dan melangkah menuju sau-satunya pintu coffee shop itu, tempat dimana aku menatapnya diam-diam.

Secepat mungkin aku bergegas dari sana, sebelum binar hazel yang mengkilat itu menangkap sosokku.

 

Dari balik sebuah pohon besar disamping coffee shop itu, aku dapat melihat dengan jelas sosoknya yang sedang tersenyum manis tepat ketika sebuah mobil hitam berhenti didepannya. Senyum manis yang kurindukan, tak terhalang penyamaran apapun. Siapapun dapat menikmatinya, sekalipun beberapa gadis –yang kuyakini fansnya- mengelilinginya dalam jarak beberapa meter –mungkin ingin memberinya privasi lebih.

Aku menghela napas berat sesaat setelah mobil hitam yang ditumpanginya menghiang ditikungan.

 

Kau bahagia ternyata, dan sepertinya kau jauh lebih sehat. Semoga suatu saat nanti kita bisa bercengkrama dan tertawa bersama lagi seperti dulu.

Aku berbalik, mengambil jalan yang berlawanan dengan mobil hitamnya. Dan saat itu setetes air mata lolos.

 

~End

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Note’s: Ketika aku merindukannya, jadilah begini

Maaf cerita abal

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s