Psychology

Psychology

 

Byun Baekhyun | Baekhyun (EXO/EXO-K), Park Chanyeol | Chanyeol (EXO/EXO-K), OC

 

Ficlet – 675 words || Brothership, Dark-fic, Friendship, Hurt, Little Bromance, Sad || PG-17 – M!

 

Story by @kyo_chan0629

 

“Hari ini adalah seratus hari kematian adikku, malaikatku, dan hari ini pula secara –mungkin- kebetulan aku bertemu dengan pembunuh adikku. Seharusnya aku senang bisa menemukan orang yang begitu tega merenggut kehidupan adikku, karena aku bisa menyeretnya langsung kepenjara dan bahkan mungkin membalaskan langsung dendamku padanya. Tapi, hatiku justru merasa sebaliknya, ketika berhadapan langsung dengan si pembunuh.”

   

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

Semoga hasil tulisan-tulisan berikutnya bisa lebih baik. Semoga ada yang tetep suka sama hasil tulisan saya.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

LIKE THE CAST? LIKE THE STORY?

JUST STAY ON THIS PAGE!

IF NOT, JUST LEAVE THIS PAGE!!!

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

“Kau kenapa hyung?” Tanya Baekjo, adikku yang lain. Kesatria kecilku. Ketika secara bersamaan lelaki super jangkung dihadapanku menyapaku dingin, jelas ini bukan gayanya yang sudah sangat kuhafal.

“Baekhyun. Sudah lama eoh?” Ia berjalan lebih dekat kearahku, ditangan kanannya tersampir jas berwarna abu-abu yang tak asing bagiku. Dibeberapa bagian jas itu terlihat bercak-bercak coklat, persis seperti darah yang mengering.

“Kau pergi duluan ya. Temani eomma.” Titahku pada Baekjo, dengan tatapan bertanya ia pun langsung menuruti perintahku.

 

*Psychology*

 

Aku memulai percakapan dinginku dengan lelaki super jangkung dihadapanku yang sudah tak asing lagi bagiku.

“Kenapa Yeolie?” Tanyaku to the point, tak suka berbelit-belit.

“Aku hanya ingin mengembalikan ini.” Katanya sambil menyodorkan jas abu-abu yang tadi tersampir ditangan kanannya.

“Apa…” “Aku hanya ingin mengembalikan ini padamu. Aku juga minta maaf atas kematian adikmu. Sekarang aku akan menyerahkan diri, dan mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir kita Baekhyunie.” Ucapnya memotong kalimatku. Ia lalu pergi begitu saja.

Aku tertohok, dia bukan Chanyeol yang kukenal. Tatapan matanya begitu dingin, wajahnya tanpa ekspresi dan lagi kata-katanya yang menyayat hatiku. Jelas dia bukan Chanyeol, tapi… sosok itu, suara itu, manik mata itu… semuanya milik Chanyeol. Aku menatap tak percaya jas abu-abu pemberian Chanyeol yang adalah jas milik adikku. Dadaku sesak, mataku memanas menatap jas yang penuh bercak… darah yang mengering.

 

*Psychology*

 

Sosok yang selama ini kucari. Sosok yang selama ini sangat kubenci. Dia, Park Chanyeol. Lelaki yang selalu berhasil membuatku tertawa lepas. Lelaki yang selalu berhasil membuat moodku selalu dalam keadaan baik. Kenapa dia? Kenapa harus dia yang melakukan hal itu? Kenapa dia menjadi berubah sedrastis itu?

 

*Psychology*

 

Lelaki berkulit putih dengan rambut kecoklatan itu hanya menatap kosong handycam dihadapannya. Diluar ruangan dimana lelaki itu berada duduk dua orang lelaki yang nampak lebih tua dari lelaki berkulit putih dengan rambut kecoklatan itu, mereka mengenakan jas putih yang seragam.

“Siapa namamu?” Tanya salah seorang diantara lelaki berjas putih itu.

“Chanyeol, Park Chanyeol.” Jawab lelaki yang berada diruangan dihadapan dua lelaki berjas putih itu.

“Aku langsung ke inti saja ya Chanyeol-ssi?!” Kata lelaki itu lagi setengah bertanya. Sedangkan lelaki berkulit putih dengan rambut kecoklatan bernama Chanyeol itu hanya mengangguk.

“Kau sadar apa yang kau lakukan salah?” Tanya lelaki itu lembut.

“Aku sadar. Aku juga tahu aku membuat orang yang kucintai bersedih.” Jawabnya datar.

“Lalu, kenapa kau melakukannya?” Pertanyaan dari lelaki yang sama.

“Aku tidak tahu. Aku hanya melakukannya begitu saja. Bahkan aku tidak merasa takut atau semacamnya saat aku melakukan hal itu.” Jelas Chanyeol masih dengan nada datar.

Kedua lelaki berjas itu saling bertatapan, bingung. Mereka menatap Chanyeol dan beberapa lembar kertas dipangkuan mereka bergantian.

“Kau merasa… kerasukan?” Kali ini lelaki satunya bertanya.

“Tidak. Aku tidak pernah belajar guna-guna, sihir atau semacamnya. Aku tidak percaya hal-hal tidak logis seperti itu.” Mata Chanyeol menatap sekeliling ruangan berwarna putih itu dingin.

“Apa kau… punya… ‘teman’?” Tanya lelaki itu lagi.

“‘Teman’? Kurasa tidak. Aku sendirian. Ingat, aku tidak percaya hal-hal tidak masuk akal macam takhayul seperti itu.” Jawabnya lagi datar. Ia nampaknya mengerti betul maksud perkataan lelaki itu.

Kedua lelaki dihadapan Chanyeol kembali saling menatap kebingungan. Sebenarnya apa yang salah dengan pasiennya itu? Dia tampak normal, tapi apa yang dilakukannya pada gadis SMP itu sungguh tidak normal jika dilakukan orang normal seperti mereka –dua lelaki berjas putih itu.

 

“Aku mencintainya.” Perkataan Chanyeol itu membuat kedua lelaki berjas itu berjengit.     “Bisa jelaskan lebih rinci?” Lelaki yang pertama kali berbicara dengan Chanyeol kini buka suara lagi.

“Aku mencintainya. Aku tidak suka saat ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan gadis itu, yang selalu disebutnya sebagai malaikatnya. Aku tidak suka itu semua. Apalagi kalau gadis itu muncul saat kita bersama.” Jelasnya datar, tapi tersirat emosi dimatanya.

Kedua lelaki itu mengangguk-ngangguk, cukup mengerti namun tetap merasa bingung. Sedangkan Chanyeol masih menatap handycam datar, matanya sedikit berair.

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Eomma: Ibu, panggilan yang digunakan perempuan. (Korea)

Hyung: Panggilan untuk laki-laki kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

-ssi: Digunakan pada akhiran nama, biasa digunakan pada seseorang yang baru dikenal, menunjukkan kesopanan. (Korea)

 

Note’s: Entah mengapa lahir ff macam begini

Sejujurnya saya bukan penyuka bromance, tapi ga tau kenapa endingnya lebih seru kalau begitu

Maafkan 😦

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

2 thoughts on “Psychology

    • Ehehehe Makasih syudah mampir 😀
      Yg akhir kode keras tuh kayanya, tapi maaf banget banget ga ada sekuel nampaknya
      Maklum ini ff gila yg tiba-tiba muncul di waktu yg gila juga hehehe

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s