Special Girl

Special Girl

 

Lee Sungmin | Sungmin (Super Junior/Super Junior M), Kim Saeun | Lee Saeun | Saeun (Actress), OC | You

 

Ficlet – 853 words || Marriage Life, Romance, Sweet || PG-17 – T

 

Story by @kyo_chan0629

 

 

Disclaimer

Para artis milik Tuhan, keluarganya, diri mereka sendiri dan agensi. OC miik saya pribadi. Cerita murni hasil imaginasi –liar- otak saya. Mohon maaf bila ada kesamaan nama tokoh oc, alur, latar belakang, maupun cerita secara keseluruhan.

Saya tidak mengambil keuntungan komersil apapun dari cerita ini. Semua cerita hanya untuk kesenangan semata. Hak cipta dari cerita ini milik saya pribadi.

 

Mohon maaf untuk segala bentuk kesalahan penulisan (typo), baik dalam segi pemilihan kata, ejaan, maupun tanda baca.

Butuh banyak masukan.

Semoga hasil tulisan-tulisan berikutnya bisa lebih baik. Semoga ada yang tetep suka sama hasil tulisan saya.

 

Happy reading my beloved readers ^_^

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

LIKE THE CAST? LIKE THE STORY?

JUST STAY ON THIS PAGE!

IF NOT, JUST LEAVE THIS PAGE!!!

 

NO BASH!!! NO FAN WAR!!!

 

PLEASE LEAVE SOME COMMENT

DON’T BE SILENT READERS!!!

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

“Maafkan aku.” Reflek Sungmin saat ia baru duduk di sofa ruang tengah apartemen-nya.

“Kau kenapa?” Saeun mengerutkan dahinya, tak mengerti arah pembicaraan lelaki manis disampingnya yang notabene adalah suaminya.

“Aku selalu saja menyulitkanmu. Dari kita baru memulai hubungan, sampai sudah sejauh ini.” Mata Sungmin masih menatap televisi, namun tatapannya menerawang.

“Aku sudah menerimamu sepenuhnya. Tidak hanya keluargamu  dan para member saja, tapi juga fans. Jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi bukan?!” Terang Saeun lemah lembut.

Sungmin mengalihkan pandangannya dari televisi, menatap istrinya lekat-lekat.

“Ada yang ingin kau sampaikan?” Katanya kemudian.

“Eumh…” Saeun menatap langit-langit apartemen mereka, memikirkan sesuatu apa yang akan diutarakan pada suaminya itu.

“Aku tahu ada sesuatu yang ingin kau sampaikan. Bicaralah.” Sungmin mengelus puncak kepala istrinya, tahu betul kalau ada sesatu yang mengganjal wanita itu.

“Bagaimana ya?” Saeun terlihat menimbang-nimbang. Lalu menundukkan kepalanya, dan mulai berkata. “Aku selalu melihat kau berbicara dengan seorang gadis berambut hitam sebahu. Kalian begitu akrab, dan kau selalu terlihat senang saat berbicara dengannya. Siapa dia?”

Sungmin berpikir keras, berusaha mengingat-ingat siapa gadis yang dimaksud wanitanya.

“Ah…!” Ia bertepuk sekali, “Ia selalu menyebut dirinya Lucky, aku tidak tahu siapa nama aslinya. Dia seorang mahasiswi sekarang. Dia… spesial fans kami.”

Saeun mengernyit, “Spesial fans, kami?”

“Iya. Dia spesial bukan hanya bagiku, tapi bagi Super Junior juga. Lima belas member Super Junior.” Saeun terperangah. Ini pertama kalinya pria dihadapannya mengungkit-ungkit soal ‘masa lalu’ group-nya itu.

“Aku tidak begitu ingat kapan pertama kali bertatap muka dan berbicara langsung dengannya. Tapi ia mengatakan itu terjadi saat promo album Sorry, Sorry. Saat itu ia yang masih SMP datang ke fans sign, meminta tanda tangan dari semua member sembari mengatakan “Aku akan mendukung oppadeul selamanya.”” Sungmin mengenang ketika gadis itu menceritakan pertemuan pertama mereka dengan semangat.

“Lalu bagaimana kalian bisa sedekat ini?” Kentara sekali rasa penasaran diraut wajah Saeun.

“Waktu itu kami semua sedang menonton drama musical Kyuhyun. Kami duduk dibaris paling depan, dan gadis itu duduk diantara kami dan manager. Dia benar-benar Lucky.” Sungmin melingkarkan lengan dipundak istrinya sebelum melanjutkan.

“Manager hyung yang menyadari ada fans yang duduk diantara kami merasa agak khawatir. Kau tahu kan, ELF terkadang sulit dikendalikan?! Tapi, gadis itu hanya duduk tenang dan seluruh perhatiannya terfokus pada drama musical itu. Tak terusik sedikitpun dengan kehadiran kami disampingnya. Aku dan beberapa member yang lain berasumsi kalau gadis itu adalah SparKyu, fans Kyunhyun, jadi tak masalah bagi kami duduk didekatnya. Namun asumsi kami salah.”

“Setelah drama musical berakhir, dan tirai panggung ditutup. Ia berbalik ke arah kami, dan mengucapkan “Kalian memang selalu yang terbaik.” sambil tersenyum lebar.”

Saeun menginterupsi, “Lalu kalian diapakan?”

“Tidak ada. Setelah mengatakan itu, dengan tenang ia meninggalkan tempatnya, melangkah keluar gedung teater. Sejak saat itulah Leeteuk hyung dan Shindong hyung, yang duduk paling dekat dengan gadis itu, mulai memberi perhatian lebih padanya. Dari sanalah satu per satu dari kami mulai dekat. Dia selalu hadir disetiap acara Super Junior, baik kami sebagai group maupun dalam masing-masing. Hadir dengan senyum lebar penuh semangat dan ketenangan. Ia berbeda dari yang lain. Tidak pernah menyeruak untuk mendapatkan tempat paling depan, tidak pernah berteriak-teriak mengganggu, bahkan terkadang kami sampai tidak pernah menyadari kehadirannya.”

“Pernah sekali waktu Donghae menanyainya saat tak sengaja beremu dengannya didekat ruang ganti ketika beberapa dari kami mengisi acara disebuah universitas, bertanya mengapa ia jarang meihatnya. Kau tahu apa yang dikatakan gadis itu?” Saeun berkata apa dengan raut wajahnya. ““Oppa tidak perlu melihat apalagi mencariku. Cukup aku yang melihat dan mencari oppa.” Sambil tersenyum lebar. Donghae yang tidak mengerti bertanya lagi kenapa? dan gadis itu menjawab lagi masih sambil tersenyum, “Karena aku tidak mau oppa sampai merasa terganggu.” Aku benar-benar tersentuh mendengar itu semua. Maka dari itu dia begitu spesial bagi kami. Gadis spesial yang benar-benar mengerti apa itu fans yang sebenarnya.”

“Apa… dia juga mendukung kita? Kau dan aku?” Ada kekhawatiran besar dalam nada bicara Saeun.

“Tentu saja. Aku sebenarnya ingin mengundangnya, walaupun tidak dengan surat undangan, keacara pernikahan kita. Namun dikesempatan terakhir aku bertemu fans sebelum acara pernikahan kita aku tak berhasil menemukannya. Tapi aku senang saat bertemu dengannya ketika masa promosi This Is Love. Ia mengucapkan selamat padaku dengan wajah yang begitu bersinar, dan ia berdoa agar yang lainnya bisa segera menyusul.” Sungmin tertawa diakhir kalimatnya, diikuti Saeun kemudian.

“Kita percayai saja kalau namanya benar-benar Lucky. Karena dia pembawa keberuntungan kita.” Ucap Saeun setelah tawanya mereda.

“Eh?” Sungmin memiringkan kepalanya.

“Dengan tenangnya ia selalu mendukung apapun keputusan kalian. Termasuk keputusan tersulit seperti ini, menikah. Dengan mendukung kita, itu berarti ia membawa akan keberuntungan bagi kita.” Sahut Saeun dengan senyuman khasnya.

“Kau benar. Jadi…” Sungmin menjeda sejenak. “Kau tidak cemburu lagi kan?”

“Cemburu? Aku tidak bilang aku cemburu! Aku hanya penasaran!” Sergahnya tak terima dituduh begitu saja.

“Ehei. Nada bicaramu diawal tadi menandakkan kau cemburu.” Sungmin yakin kalau Saeun memang cemburu, kalaupun tidak itu bukan masalah, hanya saja ia senang melihat ekspresi istrinya itu saat digoda.

“Tidak!” Saeun terus menyangkalnya.

“Hmmh. Sepertinya kau harus diberi sesuatu dulu agar mau mengaku.” Sungmin tersenyum miring. Terlihat agak menyeramkan dimata Saeun, membuatnya cepat-cepat melepas rangkulan tangan Sungmin dipundaknya.

“Apa?!” Sahutnya sok galak.

“Lucky bilang dia ingin cepat-cepat melihat seperti apa anak kita kelak.”

 

End~

 

DON’T BE PLAGIARISM!!!

https://thehouseoffiction.wordpress.com/

 

Glosarium

Fans sign: Acara jumpa idol yang mana fans-nya bisa mendapatkan tanda tangan idol-nya secara langsung. (Inggris)

Hyung: Panggilan untuk laki-laki kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

Oppa: Panggilan untuk perempuan kepada kakak/saudara/laki-laki yang lebih tua. (Korea)

 

Note’s: Ide bikin ff ini tiba-tiba muncul semalem pas udah siap buat tidur. Alhasil ga bisa tidur padahal besoknya ujian pagi, dan bikin ga bisa fokus ngapalin materi ujian *sigh* Jangan ditiru!!!

Maaf kalo ancur-ancuran. Dapet bikin ekspress plus hasil kepending. Hasil fresh, begitu nyampe di rumah pasca ujian, dan langsung di post

Ga ada maksud bashing siapapun

Cuma suka sedih aja kalo mengingat oppa manisku yang satu ini suka di-bully yang ngga-ngga cuma karena pilihan untuk masa depannya

Aku harap readers sama kaya aku, mendukung kebahagiaan oppa-deul 😀

Dan entah kenapa ngerasa judul lagu Infinite H yang Special Girl cocok buat jadi judul ff ini. Sorry kalo ga nyambung

 

R&R please ;;)

 

Advertisements

2 thoughts on “Special Girl

  1. AAAAAAAAAK AKU JUGA PERNAH BIKIN SUNGMIN-SAEUN!!! XD SUPER ULTRA GREAT DELICIOUS WONDERFUL CANON SHIP XDD *dan apa banget scene terakhirnya. waktu aku pertama tau bapak sungmin nikah aku sama ELF pendampingku juga langsung ngarepin anaknya :p
    tapi maafkan aku sekali lagi, di sini ekspektasiku ga terpenuhi krn sungmin-saeunnya kurang banyak. kyknya fokus cerita ini malah agak geser ke lucky *yg sebenernya agak terlalu ‘keterlaluan’ untungnya di sini*. but oh well, ini canon yg seribu kali lebih baik dari yaoi fic yg maksain kyumin, sesungguhnya 🙂
    nice fic and keep writing!

    Like

    • Hehehe iya
      Itu aku sebenrenya lebih bermaksud ‘menyadarkan’ para fans yg suka bash real couple ini. Makanya lebih fokus sama mba Lucky itu
      Maaf malah jd kurang terpenuhi ekspektasinya
      Iya sesuju. Aku ga suka cerita yaoi/yuri apa lg yg terlalu mendramatisir. Makanya bikin yg real” aja hihihi
      Makasih banyak ya udah mampir 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s